Nusantara


Nusantara

Ada Helm AntiNgantuk Lho

Retno G. Saptawaty
Senin, 22 Agustus 2016

Surabaya - SoBer, kamu suka dibonceng dengan sepeda motor oleh ayah atau kakakmu? Bila berkendara sepeda motor, jangan lupa untuk mengenakan helm, ya, SoBer. Apalagi kini ada helm yang antingantuk lho.

Helm antingantuk dirancang oleh tiga mahasiswa dari University of Surabaya. Salah satunya adalah Kristiawan Manik (23 tahun) yang kini telah lulus dari universitas tersebut. Pada Jumat (19/8) lalu, Kak Kristiawan berbagi cerita tentang helm antingantuk itu. Tepatnya, dalam acara Bosch Young Investor Media Briefing di Jakarta.

Menurut Kak Kristiawan, helm antingantuk terinspirasi dari banyaknya kecelakaan akibat berkendara sepeda motor. Kecelakaan itu terjadi akibat pengemudinya mengantuk saat bekendara.

“Setelah ditelusuri, orang mengantuk itu detak jantungnya melemah. Sementara detak jantung yang normal seharusnya 80 detak per menit,” jelas Kak Kristiawan.

Nah, Kak Kristiawan dan teman-temannya pun membuat helm antingantuk. Helm antingantuk sebenarnya helm biasa pada umumnya. Namun, di dalam helm ini dipasang seperangkat alat untuk yang dapat mengingatkan pengendara sepeda motor bila mulai mengantuk.

Alat tersebut terhubung dengan semacam kabel yang dipasang menempel pada bagian leher pengendara saat memakai helm ini. Melalui nadi di leher, detak jantung akan terpantau oleh perangkat di dalam helm. Bila detak jantung melemah (merasa mengantuk), perangkat di dalam helm akan bergetar untuk mengingatkan pengendara sepeda motor itu.

Keunikan helm antingantuk ini berhasil menyabet medali emas untuk kategori “Penemuan” di ajang Innovation & Design Competition (IID) 2014 di UITM Johor Malaysia. Ajang itu diikuti oleh 140 tim dari berbagai negara, seperti Thailand, Malaysia, Swedia, Australia, dan Amerika Serikat.

Kini, Kak Kristiawan dan teman-temannya terus berupaya memperbaiki helm antingantuk buatan mereka. Rencananya, helm antingantuk ini akan dipatenkan dan diproduksi secara massal. Harapannya, dengan memakai helm antingantuk ini, jumlah kecelakaan akibat mengantuk saat berkendara sepeda motor dapat dikurangi. (Foto: Istimewa).